BREBES, BentangNews — Keluarga Farel Raf’i Putratama, seoarang taruna Politekhnik Maritim Indonesia (Polimarin) Negeri , Semarang asal Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, masih menanti kepastian keberadaan putranya setelah KM Virgo Transport 8 mengalami insiden dan tenggelam di perairan Masalembo.
Farel yang tengah menjalani praktik laut (Prala) diketahui baru sekitar satu pekan bergabung dengan kapal tersebut. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin itu dilaporkan mengalami musibah di perairan Masalembo pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
Hingga Sabtu (19/9/2026), keberadaan Farel belum diketahui. Keluarga masih berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat menemukan titik terang.
Ayah Farel, Agung Triono, mengatakan pihak keluarga pertama kali menerima kabar mengenai kejadian tersebut setelah kapal berada di sekitar perairan Masalembo. Namun, sampai saat ini keluarga belum memperoleh informasi yang benar-benar memastikan kondisi maupun keberadaan putranya.
“Dari pertama mendapatkan informasi itu dan sampai sekarang belum ada konfirmasi yang benar-benar memberikan kepastian mengenai keberadaan anak kami,” ujar Agung saat dihubungi, Sabtu (19/9/2026).
Untuk membantu proses identifikasi apabila ditemukan korban yang belum diketahui identitasnya, keluarga Farel telah menyerahkan sampel DNA kepada tim Disaster Victim Identification (DVI). Penyerahan sampel dilakukan di Tanjung Perak dan data tersebut juga disampaikan kepada tim DVI di Kalimantan serta Jawa Timur.
Agung menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan proses identifikasi dan pencocokan data apabila nantinya ditemukan korban dalam operasi pencarian. “Kami sudah menyerahkan DNA di Tanjung Perak. Data juga sudah diserahkan kepada tim DVI Kalimantan dan Jawa Timur agar bisa tersinkron,” katanya.
Menurut Agung, hingga memasuki hari ketujuh sejak kejadian, keluarga belum memperoleh hasil pasti mengenai keberadaan Farel. Ia mengatakan penyerahan DNA dan bukti pendukung lainnya dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila nantinya diperlukan dalam proses identifikasi di posko Tanjung Perak.
Agung menjelaskan, Farel baru bergabung dengan KM Virgo Transport 8 sekitar satu pekan sebelum kejadian. Meski masih relatif baru di kapal tersebut, Farel disebut telah memiliki pengalaman di bidang pelayaran. Sebelumnya, ia pernah menjalani praktik atau bekerja di sejumlah kapal, termasuk kapal berbendera asing.
“Dia baru bergabung dengan kapal Virgo sekitar satu mingguan. Sebelumnya, dia juga sudah pernah berada di luar negeri dengan kapal China. Selain China, dia juga pernah melaut ke negara lainnya seperti Singapura, Papua Nugini hingga Afrika,” tutur Agung.
Selain pengalaman melaut, Farel juga pernah mengikuti pendidikan atau studi dengan beasiswa di China. Bagi keluarga, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Farel dalam mengejar cita-citanya di dunia pelayaran.
Kini, keluarga hanya berharap proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal dan perkembangan informasi disampaikan secara terbuka kepada keluarga.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Agung mengatakan keluarganya masih menyimpan harapan Farel berada dalam kondisi selamat. Ia tidak menutup kemungkinan adanya korban yang berhasil mendapatkan pertolongan dari nelayan atau kapal lain di sekitar lokasi, tetapi belum terdata atau belum dapat berkomunikasi dengan keluarga.
“Kami masih berharap. Bisa saja ada yang tertolong tetapi belum terdata, atau diselamatkan nelayan lain tetapi informasinya belum sampai,” ujarnya.
Karena itu, keluarga berharap operasi pencarian terus dilakukan dan seluruh kemungkinan dapat ditelusuri oleh tim terkait. “Yang ingin kami tekankan, kami sebagai orang tua ingin ada titik terang secepatnya. Kami berharap teman-teman Basarnas bisa melakukan tindakan yang signifikan sehingga ada kejelasan,” kata Agung.
Keluarga juga berharap Pemerintah Kabupaten Brebes dan pihak sekolah tempat Farel menempuh pendidikan ikut berkoordinasi secara aktif dengan Basarnas maupun instansi terkait agar informasi mengenai perkembangan pencarian dapat segera diketahui.
Agung juga mengungkapkan bahwa Farel sempat menghubungi istrinya sebelum insiden terjadi. Dalam komunikasi tersebut, Farel menyampaikan mengenai perjalanan kapal dari Surabaya menuju Banjarmasin.
“Pada malam sebelum kejadian, dia sempat menelepon istrinya. Waktu itu barangkali dia menyampaikan bahwa hari itu perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin,” ungkap Agung.
Komunikasi tersebut menjadi salah satu momen terakhir yang diketahui keluarga sebelum Farel dinyatakan belum ditemukan setelah insiden KM Virgo Transport 8.
Agung berharap masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Farel dapat segera menghubungi keluarga. Farel diketahui merupakan warga Desa Tegalglagah RT 01/RW 02, Gang Sarkawi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.
Keluarga juga meminta bantuan masyarakat dan media untuk menyebarluaskan informasi mengenai Farel agar kemungkinan adanya informasi dari pihak lain dapat segera diketahui. “Kami mohon rekan awak media dan masyarakat membantu menyebarkan kabar ini. Semoga Farel segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Agung.
Hingga Sabtu (19/9/2026), keluarga masih menunggu perkembangan operasi pencarian dan berharap segera mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Farel.








Komentar