Health
Beranda » Berita » Puskesmas Jagalempeni Turun ke Desa, Cegah KDRT di Brebes Lewat Deteksi Dini

Puskesmas Jagalempeni Turun ke Desa, Cegah KDRT di Brebes Lewat Deteksi Dini

BREBES, BentangNews – Maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Brebes menjadi perhatian serius fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas Jagalempeni yang membawahi 7 desa kini tak hanya fokus pada penyakit fisik, tapi juga sebagai garda depan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala Puskesmas Jagalempeni dr. Suparto Hary Wibowo mengatakan, KDRT seperti fenomena gunung es. Banyak korban memilih bungkam karena stigma sosial dan akses perlindungan yang jauh.

“Di sinilah Puskesmas hadir turun ke masyarakat mulai dari deteksi dini, pencegahan dan penanganan medis darurat. Ada empat peran strategis yang kami lakukan,” kata Suparto

Peran itu salah satunya mendata pasien dengan gangguan kejiwaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan nakes door-to-door untuk kelompok risiko tinggi kekerasan maupun kematian ibu hamil.

“Salah satunya mendata pasien dengan gangguan kejiwaan melalui CKG. Kami juga door-to-door ke masyarakat yang berpotensi mengalami risiko tinggi, baik risiko kekerasan maupun risiko kematian ibu hamil,” ujarnya.

Pemkab Brebes Tanggung Biaya Pengobatan Empat Korban Pembacokan di Randusanga, Siapkan Bantuan Lanjutan

Kepala TU Puskesmas Jagalempeni Muslimin menambahkan, saat ini pihaknya masih tahap pendataan dan analisis.

“Saat ini kami masih dalam tahap pendataan dan analisis. Butuh waktu beberapa hari untuk mengidentifikasi langkah penanganan. Jika ditemukan warga dengan risiko yang mengarah pada kekerasan, kami akan analisis lebih lanjut dan kerja sama lintas sektoral, termasuk dengan pemerintah desa dan aparat penegak hukum,” kata Muslimin.

Ia menceritakan, awal kunjungan rumah warga sempat mengira petugas dari Dinas Sosial. Seiring waktu, warga memahami bahwa kegiatan ini merupakan program Kementerian Kesehatan dan program Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.

“Selain itu Puskesmas Jagalempeni juga jalankan program nakes door-to-door dan program Bupati, sehingga masyarakat mulai terbuka dan menghargai,” tegasnya.

Dengan optimalisasi peran Puskesmas di tingkat desa, korban KDRT diharapkan tidak merasa sendiri. Penguatan kapasitas nakes menjadi kunci agar penanganan kasus kekerasan di pedesaan dapat dilakukan cepat, tepat, dan rahasia.

Lonjakan Pasien Saat Pancaroba , RS Bhakti Asih Tetap Berkomitmen Terima Pasien

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update





Travel






Lifestyle

01

Hari Kebaya Nasional di Brebes, Ketua GOW Tegaskan Kebaya Simbol Kehormatan Perempuan Indonesia

02

Tips Memelihara Otter ala Pemilik Berpengalaman, Perlu Perhatian Khusus dan Komitmen Tinggi

03

Lomba Line Dance Berbahasa Tegal “Mlaku-Mlaku Nang Kotaku” Meriahkan Yogya Mall Tegal

04

Ratusan Personel Gabungan Sukses Amankan Konser Akbar Dewa 19 Di Brebes

05

Polres Brebes Edukasi Pelajar Cegah Kenakalan Remaja dalam Kemah Bela Negara

06

Rumah Hemat Energi dan Modern: Solusi Arsitektur Sederhana bagi Pasangan Muda

07

Menghadirkan Gedung Hijau: Arsitektur Berkelanjutan untuk Polusi Kota Besar

08

Keunggulan Apple Ecosystem: Memahami Konektivitas dan Integrasi yang Membentuk Cara Baru Berinteraksi

09

Panduan Belanja Online Cerdas: Pilih Produk dengan Bijak dan Hindari Penipuan

10

Google Slides vs PowerPoint: Pilihan Terbaik untuk Presentasi Online

Latest Post






Infrastruktur





Inspirasi






google.com, pub-2927073452361525, DIRECT, f08c47fec0942fa0

This will close in 0 seconds

× Advertisement
× Advertisement