BREBES, BentangNews — Lonjakan pasien akibat siklus tahunan musim pancaroba mulai memicu terjadinya overcapacity di sejumlah fasilitas kesehatan. Menanggapi situasi kritis ini, salah satu rumah sakit swasta di Brebes, Rumah Sakit Bhakti Asih mengambil langkah cepat dengan menambah kapasitas ruang rawat inap baru demi mengurai penumpukan pasien.
Meski saat ini didera keterbatasan fasilitas dan kekurangan ruangan, pihak manajemen menegaskan komitmen mereka untuk tetap menerima dan melayani pasien yang datang tanpa terkecuali.
Beberapa bulan terakhir, gelombang pasien terus membanjiri ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Akibatnya, keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) di rumah sakit tersebut telah mencapai seratus persen.
Direktur Utama RS Bakti Asih Brebes, dr. Gita Ika Irsatika M,M Melalui Kresna Adhi Wibowo Humasnya, membenarkan terjadinya kelangkaan kamar perawatan akibat tren penyakit musiman ini.
“Memang terjadi lonjakan pasien yang cukup signifikan, Meski begitu kami telah menambahkan sejumlah ruang rawat inap baru, yaitu di lantai lima gedung ini, Kebetulan hari ini pengajuan kami sudah disetujui oleh pihak BPJS dan Insyaallah besok ruang rawat inap baru ini bisa digunakan,” beber Kresna.Selasa 6 Oktober 2026 kepada ketik.com.
Ia menerngkan ruang rawat inap baru itu dikhususkan untuk pasien rawat inap kelas tiga dengan memiliki kapasitas 14 ruang. Pihak RS Bakti Asih juga mempersiapkan tambahan tenaga perawat untuk melayani pasien.
Kendati dihadapkan pada situasi pelik, RS Bhakti Asih memastikan pihaknya tidak akan menutup pintu pelayanan bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat.
“Prinsip kami adalah keselamatan pasien nomor satu. Kami tidak akan menolak pasien,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa pasien terpaksa mendapatkan penanganan awal di koridor rumah sakit dengan IGD sembari menunggu antrean kamar. Pihak rumah sakit juga telah menyiagakan posko medis tambahan untuk mempercepat proses triase (pemilahan tingkat kedaruratan pasien).
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem selama musim pancaroba. Warga diminta menjaga imunitas tubuh, menjaga kebersihan lingkungan dari sarang nyamuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika gejala sakit tidak kunjung membaik dalam dua hari.








Komentar