TEGAL, BentangNews – Pemerintah Kota Tegal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan menyusul musim kemarau yang berkepanjangan.
Pendistribusian air bersih secara simbolis dilaksanakan di halaman Masjid At-Taqwa, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Tegal bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal.
Wali Kota Tegal mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya ketika sebagian wilayah Kota Tegal mengalami kekurangan pasokan air akibat musim kemarau.
โAir adalah sumber kehidupan. Tanpa air, mustahil kita bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,โ ujar Wali Kota Tegal.
Menurutnya, dampak kekeringan tidak dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, namun hampir di setiap kelurahan terdapat titik-titik yang mengalami kekurangan air bersih.
โBukan semuanya, tapi hampir merata di seluruh kelurahan ada titik-titik yang sebagian terdampak kekurangan air. Makanya kita suplai,โ katanya.
Ia menambahkan, bantuan air bersih akan dilakukan secara rutin hingga November 2026, menyesuaikan kondisi kemarau dan kebutuhan masyarakat.
โKegiatan ini akan rutin sampai bulan 11 (bulan November, red),โ ujarnya.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kota Tegal, Bank Mandiri, Perumda Air Minum Tirta Bahari, serta seluruh pihak yang turut mendukung penanganan dampak kekeringan. Ia meminta para camat dan lurah untuk terus memantau kondisi wilayah masing-masing dan memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dalam distribusi bantuan.
โPastikan semua warga mendapatkan haknya secara adil,โ tegasnya.
Selain persoalan ketersediaan air, Wali Kota mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering, termasuk alang-alang, mudah terbakar dan dapat menimbulkan berbagai dampak.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, perangkat kelurahan, RT dan RW untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila terjadi kebakaran kepada petugas pemadam kebakaran.
โKetika hal itu terjadi, perangkat kelurahan, RW, RT dan seluruh masyarakat bisa menghubungi Pusat Pemadam Kebakaran di Kota Tegal sehingga hal ini bisa ditanggulangi dengan baik,โ katanya.
Pemkot Tegal melalui BPBD bersama perangkat daerah terkait akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air bersih serta menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tegal, Lis Didik Saeroso, dalam laporannya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendataan dan koordinasi dengan pemangku wilayah, sebanyak 29.085 jiwa atau 10.882 kepala keluarga (KK) terdampak bencana kekeringan yang tersebar di 22 kelurahan di Kota Tegal.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, BPBD Kota Tegal menerima bantuan sebanyak 41 tangki atau setara 205.000 liter air bersih. Bantuan tersebut terdiri atas 30 tangki dari CSR PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VII/Jawa 2 dan 11 tangki dari Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal.
Selain bantuan air bersih, pada kesempatan tersebut juga disalurkan 100 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Bantuan sembako tersebut mendapat dukungan dari PMI Kota Tegal berupa 300 kilogram beras, Dinas Sosial Kota Tegal berupa 100 paket makanan siap saji, serta BAZNAS Kota Tegal berupa 400 bungkus mi instan.(*)








Komentar