Daerah
Beranda » Berita » Domba Tanjung Diusulkan Jadi Rumpun Unggulan Brebes, Populasinya Capai 6.660 Ekor

Domba Tanjung Diusulkan Jadi Rumpun Unggulan Brebes, Populasinya Capai 6.660 Ekor

BREBES, BentangNews – Setelah menetapkan Domba Sakub sebagai rumpun ternak unggulan pada 2022, Pemerintah Kabupaten Brebes kini kembali mendorong potensi ternak lokal lainnya. Kali ini, giliran Domba Tanjung yang diusulkan menjadi rumpun unggulan daerah.

Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes (DPKH), Pemkab Brebes melakukan pemaparan asal-usul dan karakteristik Domba Tanjung dalam sidang Komisi Bibit Indonesia di Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan), Selasa (24/2).

Kepala DPKH Brebes, drh. Ismu Subroto, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya perlindungan sumber daya genetik ternak lokal, khususnya di wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Brebes.

“Sebelumnya kita sudah menetapkan Rumpun Domba Sakub pada tahun 2022. Seluruh domba lokal tersebut telah dikarakterisasi sifat fenotip dan produksinya serta ditetapkan sebagai plasma nutfah ternak domba lokal Indonesia,” ujar Ismu, Selasa (24/2).

Menurut dia, perhatian yang sama kini perlu diberikan kepada Domba Tanjung.

Paramitha Sebut Rotasi Jabatan Bukan Hukuman, Melainkan Penguatan Komitmen

“Kita mempunyai kewajiban untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan Domba Tanjung demi kesejahteraan peternak dan masyarakat Brebes, khususnya wilayah Pantura,” katanya.

Berawal dari Program Subsidi 1964

Ismu menjelaskan, asal-usul Domba Tanjung tidak lepas dari program bantuan ternak pada 1964. Saat itu, Gubernur Jawa Tengah mendatangkan sekitar 20 ekor domba ekor gemuk ke setiap desa di Kabupaten Brebes, kecuali Kecamatan Paguyangan dan Sirampog.

Seiring waktu, domba ekor gemuk tersebut lebih diminati warga pesisir karena tekstur dagingnya yang lebih berlemak dan sesuai dengan kebutuhan kuliner setempat. Para tengkulak pun mendorong peternak untuk mengembangkan jenis domba ini.

Perkembangan signifikan terjadi pada 1994, ketika seorang saudagar bernama Yan Shin dari Dukuh Petuguran, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, mengimpor 150 ekor domba ekor gemuk dari Australia. Dari sinilah terjadi perkawinan turun-temurun yang membentuk karakteristik khas Domba Tanjung.

Ziarah ke Makam Ki Gede Sebayu, Wali Kota Tegal Ajak Perkuat Semangat “Tangguh Pantang Ngangluh”

Memasuki tahun 2000-an, ciri fisik mulai terbentuk lebih jelas. Kemudian sejak 2010 dilakukan perbaikan manajemen pemeliharaan dan sistem perkawinan. Pada 2020 hingga sekarang, domba-domba unggul dengan karakter stabil mulai dikenal dengan nama Domba Tanjung.

Punya Ciri Fisik Khas

Domba Tanjung berkembang di wilayah pesisir dengan ketinggian 1–5 meter di atas permukaan laut, curah hujan 1.245–1.723 mm per tahun, serta 85–105 hari hujan per tahun. Saat ini populasinya tercatat mencapai 6.660 ekor.

Secara spesifik, Domba Tanjung memiliki warna putih polos dengan tipe rambut wool. Profil muka dan punggung didominasi bentuk cembung, baik pada jantan maupun betina. Seluruh domba betina tidak bertanduk, sementara sekitar 79,75 persen domba jantan juga tidak memiliki tanduk.

Ciri lainnya, telinga mengarah mendatar ke samping, ekor berbentuk luas tanpa lobus, serta rambut lebat pada leher, badan, perut, dan ekor. Domba ini juga memiliki wattle, yakni gelambir kecil di bagian leher.

Peringati HUT ke-446 Kota Tegal, Dedy Yon Serahkan Dokumen Kependudukan Anak

“Selain menjadi penghasil daging, masyarakat Brebes juga menjadikan Domba Tanjung sebagai hewan kesayangan. Bahkan ada budaya kontes domba yang ikut menjaga eksistensi dan kualitas ternak ini,” jelas Ismu.

Upaya Resmi Penetapan Rumpun

Pengajuan Domba Tanjung sebagai rumpun ternak mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/Permentan/SR.120/10/2014 tentang Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Hewan.

Jika disetujui, Domba Tanjung akan menyusul Domba Sakub sebagai rumpun ternak unggulan khas Brebes. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kemurnian genetik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi peternak lokal.

Dengan potensi populasi yang terus berkembang dan dukungan budaya kontes domba, Domba Tanjung digadang-gadang bisa menjadi ikon ternak baru dari wilayah Pantura Brebes. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update





Travel






Lifestyle

01

Tips Memelihara Otter ala Pemilik Berpengalaman, Perlu Perhatian Khusus dan Komitmen Tinggi

02

Lomba Line Dance Berbahasa Tegal “Mlaku-Mlaku Nang Kotaku” Meriahkan Yogya Mall Tegal

03

Ratusan Personel Gabungan Sukses Amankan Konser Akbar Dewa 19 Di Brebes

04

Polres Brebes Edukasi Pelajar Cegah Kenakalan Remaja dalam Kemah Bela Negara

05

Rumah Hemat Energi dan Modern: Solusi Arsitektur Sederhana bagi Pasangan Muda

06

Menghadirkan Gedung Hijau: Arsitektur Berkelanjutan untuk Polusi Kota Besar

07

Keunggulan Apple Ecosystem: Memahami Konektivitas dan Integrasi yang Membentuk Cara Baru Berinteraksi

08

Panduan Belanja Online Cerdas: Pilih Produk dengan Bijak dan Hindari Penipuan

09

Google Slides vs PowerPoint: Pilihan Terbaik untuk Presentasi Online

Latest Post






Infrastruktur





Inspirasi






google.com, pub-2927073452361525, DIRECT, f08c47fec0942fa0

This will close in 0 seconds

× Advertisement
× Advertisement