BREBES, BentangNews – Kasus perundungan atau bullying kembali terjadi di lingkungan remaja. Seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda di desa Jubang Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh sejumlah teman satu sekolahnya.
Akibat kekerasan fisik tersebut, korban dilaporkan mengalami sejumlah luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kasus yang sempat viral dan memicu keprihatinan publik ini akhirnya menemui titik terang. Pihak sekolah bergerak cepat memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dan para pelaku, hingga akhirnya disepakati jalan damai melalui mediasi kompensasi.
Kepala Madrasah H.Sobari melalui Waka Kesiswaan, Nur Fajar menjelaskan bahwa pihak sekolah sangat menyayangkan insiden kekerasan yang melibatkan anak didiknya tersebut. Namun, ia memberikan klarifikasi mengenai lokasi dan waktu terjadinya peristiwa.
“Kami menegaskan bahwa peristiwa ini terjadi di luar area sekolah dan pada jam luar pelajaran di sekolah,” ujar Nur Fajar, didampingi Guru BK saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin 11 Oktober 2026.
Meskipun insiden terjadi di luar kendali langsung pihak madrasah, Nur Fajar menyatakan pihaknya tidak tinggal diam. Sekolah tetap mengambil tanggung jawab moral untuk menyelesaikan konflik antar-pelajar tersebut agar tidak berkepanjangan.
“Karena yang terlibat adalah anak-anak didik kami, kami langsung mengambil tindakan cepat dengan memanggil semua pihak terkait. Alhamdulillah, setelah dilakukan dialog secara kekeluargaan, terjadi mediasi kompensasi. Pihak keluarga pelaku berkomitmen penuh untuk menanggung biaya pengobatan dan pemulihan fisik maupun psikologis korban,” lanjutnya.
Saat ini, kondisi korban dilaporkan sudah membaik dan sudah memulai aktivitas sekolah,. Pihak madrasah juga berjanji akan memperketat edukasi mengenai bahaya perundungan serta meningkatkan koordinasi dengan orang tua murid agar pengawasan terhadap anak-anak, terutama di luar jam sekolah, dapat dilakukan lebih maksimal.
Sementara di tambahkan guru BK, Salah satu pelaku perundungan ada dari pihak sekolah lain. “Satu pelaku merupakan siswa MTs Ketanggungan, dan kami juga sudah koordinasi dengan sekolah tersebut, ujar Silvi.
Terpisah Kepala Kemenag Brebes, H. Aqso menegaskan akan melakukan konfirmasi ke pihak Sekolah.
“Kami akan klarifikasi dan konfirmasi, Kasi yang membidangi Dr. Soleh akan konfirmasi ke lapangan besok,” ujar Kepala Kemenag Brebes.








Komentar