BREBES, BentangNews – Sebanyak 304 sekolah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mendapat bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026.
Nilai anggaran per sekolah bervariasi berdasarkan jenjang dan kebutuhan bangunan, dengan alokasi mulai Rp 175 juta untuk PAUD hingga tertinggi mencapai Rp2 miliar untuk satuan pendidikan SMP.
Program yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu mencakup jenjang PAUD/TK, SD, SMP, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Pekerjaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes berperan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dindikpora Brebes, Herkusnadi, mengatakan program tersebut menyasar sekolah-sekolah yang sebelumnya diusulkan untuk mendapatkan perbaikan.
Berdasarkan data per September, Brebes memiliki 885 SD negeri dan swasta, 177 SMP negeri dan swasta, 1.009 TK/PAUD, 66 PKBM, serta satu SKB.
“Namun, tidak seluruh sekolah yang diusulkan memperoleh revitalisasi pada 2026. Untuk SD, dari 692 sekolah yang diusulkan, sebanyak 152 sekolah mendapat realisasi revitalisasi,” kata Herkusnadi ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).
Sementara pada jenjang SMP, dari 113 sekolah yang diusulkan, sebanyak 37 sekolah memperoleh program perbaikan.
Sementara untuk PAUD, terdapat 591 sekolah yang diusulkan. Sebanyak 229 sekolah masuk dalam rencana revitalisasi 2026, dengan 104 sekolah sudah berjalan.
Adapun pada jenjang pendidikan nonformal, sebanyak 15 PKBM mendapat revitalisasi. Satu-satunya SKB di Brebes juga memperoleh program perbaikan.
Disampaikan Herkusnadi, besaran anggaran revitalisasi tidak sama untuk setiap jenjang. Untuk TK/PAUD, nilai revitalisasi berada pada kisaran Rp175 juta hingga Rp900 juta per sekolah.
Pada jenjang SD, nilai anggaran berkisar Rp300 juta hingga Rp1,5 miliar per sekolah.
Sedangkan untuk SMP, nilai revitalisasi berada pada kisaran Rp500 juta hingga Rp2 miliar per sekolah.
Besaran tersebut ditentukan pemerintah pusat dengan mempertimbangkan kebutuhan revitalisasi masing-masing satuan pendidikan.
Pelaksanaan revitalisasi saat ini masih berlangsung
Herkusnadi menyebut progres pekerjaan di sekolah penerima program rata-rata berada pada kisaran 35 hingga 70 persen.
“Targetnya seluruh pekerjaan revitalisasi yang masuk program 2026 dapat dirampungkan paling lambat 31 Desember 2026,” pungkas Herkusnadi.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dindikpora Brebes, Aditya Perdana, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menentukan besaran anggaran revitalisasi.
“Besaran tergantung kementerian dari pusat. Dari dinas hanya pengawas. Kalau bimbingan teknis diikuti sekolah dan kementerian,” kata Aditya.
Dengan demikian, angka Rp2 miliar merupakan batas atas kisaran anggaran revitalisasi untuk jenjang SMP, bukan berarti seluruh SMP penerima memperoleh anggaran sebesar itu.
Demikian pula pada SD dan PAUD, nilai yang diterima setiap sekolah menyesuaikan program dan kebutuhan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Program revitalisasi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan pendidikan.
Aditya mengatakan, fasilitas yang baik akan memberikan ruang bagi guru untuk menjalankan pembelajaran secara lebih optimal sekaligus memberikan kenyamanan kepada siswa selama berada di lingkungan sekolah.
“Program revitalisasi ini bagus dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah bagus, siswa KBM nyaman, dan guru bisa lebih nyaman dalam mengajar anak-anak,” pungkasnya.








Komentar