BREBES, BentangNews – Sejak kemarau dimulai awal bulan juli 2026 ini , sudah ada tiga Desa di dua kecamatan di kabupaten Brebes , yang dilanda krisis air bersih , yakni desa Pangebatan dan desa Bantarkawung di kecamatan Bantarkawung dan desa Pruwatan di kecamatan Bumiayu.
Kepala Bidang Kedaruratan Dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes , Wibowo Budi Santoso, SE., ST. mengatakan “ Sejak pertengahan bulan juli ini BPBD Brebes sudah melakukan droping air bersih di 3 desa yang mengalami krisi air bersih dan jumlah air yang sudah diserahkan kepada warga terdampak sudah mencapai 12 truk tangki dengan total volume 60.000 liter”
Hingga saat ini BPBD sudah mengirim bantuan air bersih sebanyak 12 rit truk tangki air , masing masing berisi 5000 liter satu ritnya , sehingga sampai saat ini BPBD Brebes sudah mengirim 60.000 liter air bersih.
Wibowo , juga menjelaskan bahwa kemarau akan mencapai puncaknya menurut BMKG diperkirakan pada bulan pertengan Agustus hingga akhir Agustus. Dalam bulan tersebut dipastikan banyak warga yang terdampak dan akan meminta bantuan air bersih .
“ Musim kemarau ini diperkirakan mengalami puncaknya pada bulan Agustus 2026 . Untuk menghadapi hal tersebut BPBD akan berkolaborasi dengan PDAM Tirta baribis , BAZNAS dan PMI Brebes untuk menangani krisis air bersih yang dipoerkirakan akan meluas di 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes “ tutur Wibowo
Selain Droping air bersih untuk warga , BPBD Brebes juga melakukan droping air untuk membantu Damkar Brebes dalam pemadaman kebakaran lahan milik warga di 4 desa yaitu , desa Kalimati dan Banjaranyar di kecamatan Brebes , desa Dumeling dan Pebatan di kecamatan Wanasari. Juga membantu droping air untuk pemadaman kebakaran hutan milik Perhutani di petak 39 RPH Cinanas BKPH Paguyangan di Kecamatan Paguyangan.
Wibowo juga menghimbau kepada wargs di Brebes “ Karena musim kemarau baru dimulai maka warga harus menghemat air bersih dan lebih bijak untuk menggunakan untuk memasak dan minum , air bersih jangan digunakan untuk mencuci motor atau mobil, juga menghimabu kepada masyarakat untuk tidak sembarangan membuang puntuk rokok dan jika mau membakar sampah hendak nya selalu dijaga agar tidak merambat ke tempat lain sehingga memicu kebakan lahan , rumah atau hutan “.








Komentar