Politik
Beranda » Berita » Warga Desa Gegerkunci Gelar Aksi Damai Tuntut Transparansi Dana Desa

Warga Desa Gegerkunci Gelar Aksi Damai Tuntut Transparansi Dana Desa

Brebes, BentangNews — Puluhan warga Desa Gegerkunci, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, menggelar aksi damai menuntut transparansi pengelolaan Dana Desa, Selasa (15/12/2025). Aksi berlangsung tertib dan kondusif di lingkungan desa setempat.

Dalam aksi damai tersebut, warga menyuarakan aspirasi terkait keterbukaan informasi publik, khususnya penggunaan Dana Desa yang dinilai perlu disampaikan secara jelas dan akuntabel kepada masyarakat.

Aksi ini turut dihadiri unsur Forkopimcam Songgom, perwakilan Forkopimda, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta awak media. Pengamanan dilakukan oleh gabungan Linmas, TNI, Polri, dan Satpol PP Kecamatan Songgom.

Tiga Tuntutan Masyarakat

Koordinator aksi damai, Akbar, menyampaikan bahwa terdapat tiga tuntutan utama yang disuarakan warga Desa Gegerkunci, yaitu:

Berkah TMMD Reguler 127 Brebes: Mashudi Laris Manis Jajakan Bakso Bakar di Cikuya

  1. Klarifikasi Video di Media Sosial
    Masyarakat meminta klarifikasi terkait beredarnya sebuah video di media sosial yang berisi pernyataan dalam acara pengajian, yang dinilai berkaitan dengan persoalan pembangunan desa. Warga khawatir video tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif di ruang publik apabila tidak segera diluruskan.
    “Kami berharap melalui klarifikasi ini, persoalan bisa diselesaikan secara damai dan tidak menimbulkan kegaduhan,” ujar Akbar.
  2. Transparansi dan Akuntabilitas Dana Desa
    Warga menuntut agar pengelolaan Dana Desa dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel. Menurut mereka, sesuai dengan amanat undang-undang, Dana Desa merupakan uang rakyat yang wajib diinformasikan secara terbuka kepada masyarakat.
    “Dana desa itu untuk kepentingan rakyat, maka sudah seharusnya disampaikan secara terbuka,” tegasnya.
  3. Pengawasan Praktik Pungli dan Nepotisme
    Masyarakat juga meminta pemerintah desa meningkatkan pengawasan terhadap potensi praktik pungutan liar (pungli) dan nepotisme yang dikhawatirkan masih terjadi di lingkungan pemerintahan desa.

“Kami tidak ingin praktik-praktik seperti ini terus terjadi karena dampaknya sangat merugikan masyarakat,” pungkas Akbar.

Hingga aksi berakhir, situasi tetap aman dan kondusif. Warga berharap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah desa demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Reza

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update





Travel






Lifestyle

01

Tips Memilih Sepatu Marathon yang Sesuai untuk Menunjang Kenyamanan dan Performa

02

Makanan Bergizi dari Kacang-Kacangan: Pilihan Camilan Sehat untuk Tubuh

03

10 Kesalahan Umum dalam Fitness yang Harus Dihindari untuk Hasil Maksimal

04

Jaga Kebugaran dan Kesiapan Fisik, Polres Brebes Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II

05

Wawalkot Singgung Peran Ayah dalam Cegah Stunting

Latest Post






Infrastruktur





× Advertisement
× Advertisement