BREBES, BentangNews.com – Eks Rumah Mbesaran Pabrik Gula (PG) Jatibarang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mendadak ramai menjelang sore hari, Senin (10/11/2025).
Ratusan warga berbondong-bondong berdatangan ke pelataran eks rumah dinas pejabat PG Jatibarang untuk menyaksikan berbagai pertunjukan “Orasi Kebangsaan” Hari Pahlawan 10 November.
Salah satu yang menjadi perhatian warga, adalah musikalisasi puisi yang dibawakan para penyair dari Dewan Kesenian Brebes dan Mas Jaga Kali.
Para penyair terlihat apik dalam memadukan antara seni sastra dan seni musik dalam menyampaikan makna puisi secara lebih emosional.
Salah satunya, puisi berjudul “10 November: Api yang Tak Padam” oleh penyair Abu Ma’mur MF yang berhasil memukau warga yang hadir. Irama, melodi, dan harmoni dari suling dan gending Jawa turut memperkuat pesan dalam teks puisi “Kabut Revolusi di Tepi Sibiruk” oleh Hendri Yetus Siswono, dan “Indonesia Aku Cinta Padamu” oleh Lukman Suyanto.
Salah satu warga, Slamet (55) mengaku sengaja datang dari Desa Jatibarang Lor untuk menyaksikan musikalisasi puisi. “Kebetulan saya suka puisi yang dipadukan dengan seni musik. Apalagi momentum hari pahlawan, ingin dengar karya-karya seniman Brebes,” kata Slamet.
Senada disampaikan Sulastri (25) mahasiwi perguruan tinggi swasta di Brebes yang mengaku sengaja datang bersama temannya. Sebagai seorang pemudi, kata Sulastri harus bisa memaknai kemerdekaan dengan tidak melupakan jasa para pahlawan. “Memang sengaja datang, selain menikmati musikalisasi puisi, tadi juga liat tari dan pertunjukan silat yang asli Indonesia,” kata Sulastri.
Ketua Dewan Kesenian Brebes Pamor Wicaksono menyebut, orasi kebangsaan dengan musikalisasi puisi diharapkan menjadi sarana untuk mengingatkan kembali jasa dan meneladani para pahlawan.
“Mengingatkan kembali semangat nasionalisme dan jiwa patriot kita semua. Bung Karno bilang jas merah, jangan sekali kali meninggalkan sejarah,” kata Pamor mengawali pidato kebangsaannya. (**)



Komentar