BentangNews – Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel belum berdampak pada tersedianya bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Regional Jawa Tengah bagian tengah.
Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di wilayah ini masih dalam kondisi sangat aman, bahkan jauh di atas proyeksi kebutuhan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Region Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Priyo Djatmiko saat konferensi pers lewat zoom meeting pada Kamis (12/3/2026).
Dijelaskan, posisi stok per hari ini untuk di SPBU Karimun untuk tiga produk Pertalite, Biosolar, dan Dexlite dinilai cukup kuat. Untuk Pertalite, stok 6 kali lipat dari proyeksi penjualan. Sedangkan Biosolar 12 kali lipat dan Dexlite 8 kali dari kebutuhan.
“Memang salah satu kapal kami yang terbesar VLCC Pertamina Pride masih tertahan, tapi dalam kondisi on hold. Kapal ini tidak dinyatakan declare emergency, karena ada jaminan keamanan dari pihak-pihak yang bertikai. Kalau untuk stok cukup kuat,” kata Priyo Djatmiko.
Namun demikian, lanjut dia, untuk stok LPG memang pada dasarnya terminal LPG di Jawa Tengah ini hanya ada 4 unit. Pihaknya sudah ada jadwal sampai dua bulan yang akan datang untuk kedatangan kapal tanker. Jadi, saat stok mendekati dua kali lipat konsumsi atau di bawah dua, maka kapal tanker sudah tiba di terminal Jateng.
“Termitigasi dengan cukup baik,bkarena ini juga menjadi perhatian tingkat nasional,” katanya.
Priyo Djatmiko justru mewaspadai kondisi cuaca yang terkadang menjadi hambatan. Hal itu dikarenakan beberapa terminal sensitif dengan cuaca. Biasanya jika ada hambatan hanya mengalami keterlambatan pengiriman beberapa jam, dan tidak lewat dari satu hari.
“Kami juga mengantisipasi bencana tanah bergerak di Tegal. Sejauh ini, bencana tidak berpengaruh terhadap jalur kereta api dari Maos,” bebernya.
Dijelaskan, jika ada kendala bencana yang menghambat jalur kereta api, maka akan dilakukan pengiriman dengan mobil tangki. Pihaknya juga akan melakukan skenario pengiriman ke Tegal dari Semarang, dan Cirebon.
“Kondisi emergensi nanti kami bisa dibantu juga oleh JBB. Tapi jarang sekali terjadi,” jelasnya. (**)








Komentar