TEGAL, BentangNews – Bedah buku Tasbih Kupu-Kupu karya Panji Sakti digelar di panggung Tegal Education Fair (TEF) 2026, Jalan Pancasila Kota Tegal, Sabtu (2/5/2026) siang.
Mengangkat tema โMindset Matters: Karakter, Produktivitas, dan Ketahanan Ekonomiโ, kegiatan yang dimoderatori oleh Danang Giri Sadewa. menjadi bagian peringatan Hari Pendidikan Nasional dan World Book Day 2026 ini, menghadirkan diskusi literasi yang mendorong refleksi nilai-nilai kehidupan, mulai dari spiritualitas, kesabaran, hingga hubungan manusia dengan sesama dan lingkungan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, dalam sambutannya menekankan pentingnya ruang refleksi di tengah kehidupan modern yang serba cepat, serta peran literasi dalam membangun karakter, produktivitas, dan ketahanan ekonomi masyarakat. Ia menyebut buku Tasbih Kupu-Kupu sebagai karya reflektif yang mengajak pembaca memahami makna hidup melalui simbol tasbih dan kupu-kupu sebagai perjalanan transformasi diri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi di daerah. Menurutnya, Tegal Education Fair bukan hanya ajang pameran pendidikan, tetapi juga ruang bertemunya gagasan, kreativitas, dan semangat literasi, terutama bagi generasi muda.
Ia juga mendorong para pelajar untuk mulai membiasakan diri menulis, baik puisi, cerita pendek, maupun catatan harian sebagai langkah awal menumbuhkan budaya literasi. Dengan konsistensi menulis, menurutnya, karya-karya tersebut dapat berkembang menjadi buku yang memberi kontribusi bagi dunia literasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan minat baca masyarakat semakin meningkat dan lahir lebih banyak penulis muda dari Kota Tegal. Selain itu, kegiatan bedah buku dinilai mampu memperkaya wawasan sekaligus memperkuat keseimbangan antara kehidupan intelektual dan batiniah dalam menghadapi tantangan zaman.
Penulis buku Tasbih Kupu-kupu Panji Sakti pada kesempatan tersebut berpesan kepada peserta dan khususnya generasi muda untuk jangan mudah menyerah. Ia menyampaikan jangan ragu dalam membuat karya, jangan takut karyanya nanti di bully, sebab menurutnya kritik terhadap karyanya adalah bahan evaluasi untuk lebih baik kedepannya.(*)








Komentar