TEGAL, BentangNews – Dalam rangka memperkuat literasi keuangan yang lebih inklusif, Bank Indonesia Tegal secara resmi meluncurkan Bahan Ajar Edukasi Rupiah versi Braille kepada SLB di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan pada tanggal 11 Februari 2026 di Kota Tegal.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Tegal, Ibu Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes., ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah di Eks Karesidenan Pekalaongan dalam memastikan agar informasi dan edukasi mengenai Rupiah dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang ddisabilitas.

Bahan ajar versi Braille dirancang khusus agar mudah dipahami oleh penyandang disabilitas tuna netra lebih mudah memahami dan mengenal mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, ciri keaslian uang, fungsi uang, serta pentingnya menjaga dan merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Materi disusun dengan pendekatan edukatif yang sederhana, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan pembaca Braille.
Bimala, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, menyampaikan bahwa peluncuran bahan ajar ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong kesetaraan akses informasi bagi seluruh masyarakat.
“Edukasi Rupiah harus dapat menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali. Melalui bahan ajar versi Braille ini, kami berharap saudara-saudara kita penyandang disabilitas dapat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai Rupiah, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap mata uang nasional,” ujarnya.

Dengan hadirnya Bahan Ajar Edukasi Rupiah versi Braille ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih inklusif serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia Tegal dalam memperkuat karakter generasi muda. Inisiatif ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran cinta Rupiah dari penyandang Disabilitas sebagai salah satu wujud kecintaan terhadap tanah air.
Peluncuran ini juga sejalan dengan upaya memperluas program edukasi dan literasi Cinta Bangga Paham Rupiah yang dapat dipahami oleh penyandang disabilitas, sekaligus mendukung prinsip inklusivitas dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ke depan, Bank Indonesia Tegal akan terus mengembangkan berbagai media edukasi alternatif agar pesan-pesan kebanksentralan dan literasi keuangan lainnya dapat diterima secara lebih luas oleh seluruh masyarakat.



Komentar