BentangNews – Fenomena menjadi affiliator di TikTok semakin populer di Indonesia. Banyak orang kini menjadikan aktivitas membuat konten dan mempromosikan produk sebagai sumber penghasilan tambahan, bahkan penghasilan utama.
Tren ini berkembang pesat seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan hadirnya fitur monetisasi seperti TikTok Shop dan program afiliasi. Tidak hanya selebgram atau influencer besar, masyarakat umum pun kini bisa ikut meraup keuntungan dari program ini.
Program TikTok Affiliate memungkinkan pengguna mempromosikan produk dan memperoleh komisi dari setiap penjualan yang terjadi melalui tautan atau konten yang mereka bagikan.
Apa Itu TikTok Affiliate?
TikTok Affiliate merupakan program monetisasi konten yang memungkinkan kreator memasarkan produk tertentu dan mendapatkan komisi dari setiap transaksi pembelian melalui link khusus.
Biasanya produk yang dipromosikan muncul dengan ikon “keranjang kuning” di video. Ketika penonton membeli produk melalui tautan tersebut, kreator akan memperoleh bagian keuntungan sesuai komisi yang ditentukan penjual.
Besaran komisi bervariasi, umumnya berkisar antara 1–10 persen dari harga produk, tergantung kebijakan seller.
Fenomena ini membuka peluang bagi siapa saja untuk mendapatkan penghasilan tambahan hanya dengan membuat konten menggunakan ponsel.
Mengapa Tren Affiliator TikTok Melejit?
Beberapa faktor membuat profesi affiliator semakin diminati, antara lain:
- Modal relatif kecil bahkan tanpa biaya awal
- Fleksibilitas waktu kerja
- Potensi penghasilan besar
- Mudah diakses siapa saja
- Pertumbuhan pengguna TikTok yang sangat tinggi
Program afiliasi TikTok menjadi peluang monetisasi digital yang menjanjikan karena memanfaatkan jangkauan audiens luas dan sistem komisi berbasis penjualan.
Testimoni Affiliator TikTok yang Raup Penghasilan Besar
Berikut sejumlah kisah pelaku affiliator yang merasakan langsung manfaat program ini.
Rina (28), Ibu Rumah Tangga – Omzet Puluhan Juta per Bulan
Rina, warga Brebes, mengaku mulai menjadi affiliator sejak 2024 setelah melihat temannya sukses menjual produk kecantikan melalui TikTok.
“Awalnya cuma coba-coba review skincare. Saya posting rutin setiap hari. Dalam tiga bulan, penghasilan saya sudah tembus Rp15 juta per bulan,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurut Rina, kunci keberhasilan adalah konsistensi dan kejujuran saat mereview produk.
“Kalau kita jujur dan kasih review real, orang percaya. Sekarang saya bisa bantu ekonomi keluarga dari rumah,” katanya.
Andi (24), Mahasiswa – Penghasilan dari Konten Gadget
Mahasiswa di Semarang ini mengaku tertarik menjadi affiliator karena tidak membutuhkan modal besar.
“Saya review aksesoris HP dan elektronik murah. Video saya pernah viral dan sehari bisa dapat komisi Rp2 juta,” kata Andi.
Ia mengaku dalam sebulan rata-rata memperoleh penghasilan Rp20–30 juta dari komisi penjualan.
“Yang penting paham target pasar dan produk yang sedang tren,” tambahnya.
Budi (35), Mantan Karyawan – Beralih Jadi Full Time Affiliator
Budi sebelumnya bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta sebelum memutuskan fokus menjadi affiliator.
“Waktu pandemi saya coba jualan lewat TikTok Affiliate. Ternyata hasilnya lebih besar dari gaji kantor,” ungkapnya.
Kini Budi fokus membuat konten rekomendasi produk rumah tangga dan fashion.
“Rata-rata pendapatan bersih saya sekitar Rp40 juta per bulan. Tapi butuh kerja keras, riset produk, dan konsistensi posting,” jelasnya.
Siti (31), Reseller Online – Penghasilan Tambahan Tanpa Stok Barang
Siti memanfaatkan program afiliasi untuk menambah pendapatan dari bisnis online yang sudah dijalankan.
“Enaknya tidak perlu stok barang. Tinggal promosi lewat video dan dapat komisi,” katanya.
Dalam beberapa bulan terakhir, ia mengaku bisa menghasilkan Rp8–12 juta per bulan dari komisi produk fashion.
Strategi Sukses Menjadi Affiliator
Pelaku affiliator menyebut ada beberapa strategi utama agar berhasil:
- Memilih produk sesuai target audiens
- Membuat konten menarik dan informatif
- Konsisten upload video
- Mengikuti tren dan algoritma
- Aktif berinteraksi dengan pengikut
Keberhasilan di TikTok Affiliate sangat bergantung pada kualitas konten dan tingkat penjualan yang dihasilkan.
Tidak Semudah yang Dibayangkan
Meski terlihat mudah, menjadi affiliator juga memiliki tantangan seperti:
- Persaingan tinggi
- Perubahan algoritma platform
- Ketergantungan pada tren produk
- Penghasilan tidak stabil
Karena itu, para affiliator menyarankan pemula untuk fokus membangun audiens dan kepercayaan terlebih dahulu.
Peluang Profesi Digital Masa Depan
Tren menjadi affiliator TikTok menunjukkan perubahan pola kerja masyarakat menuju ekonomi digital. Profesi ini bahkan diprediksi terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas belanja online dan penggunaan media sosial.
Dengan strategi yang tepat, kreativitas, dan konsistensi, profesi affiliator bisa menjadi sumber penghasilan menjanjikan bagi berbagai kalangan. (*)



Komentar