BREBES, BentangNews — Tren memelihara hewan eksotis seperti otter atau berang-berang semakin diminati sebagian masyarakat. Namun, di balik kelucuan dan tingkah laku menggemaskan hewan tersebut, perawatannya memerlukan perhatian khusus, pengetahuan, serta komitmen jangka panjang.
Seorang pemilik otter berpengalaman, Nur Warga, warga Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, membagikan pengalamannya menggeluti pemeliharaan otter selama beberapa tahun terakhir. Ia menekankan bahwa memelihara otter tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
“Banyak yang tertarik karena lucu, tapi tidak semua memahami cara perawatannya. Otter membutuhkan perhatian seperti merawat anak kecil,” ujar Nur saat ditemui di kediamannya, Kamis (13/2/2026).
Perlu Pemahaman Karakter Otter
Menurut Nur, langkah pertama sebelum memelihara otter adalah memahami karakter dan perilaku alaminya. Otter merupakan hewan yang aktif, cerdas, dan membutuhkan interaksi intens dengan pemiliknya.
Ia menjelaskan bahwa otter mudah stres jika kurang perhatian atau lingkungan tidak sesuai.
“Otter itu hewan sosial. Kalau jarang diajak bermain, bisa gelisah, agresif, bahkan sakit,” katanya.
Karena sifatnya yang aktif, pemilik perlu menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi setiap hari, termasuk mengajak bermain dan melatih perilaku dasar.
Menyediakan Habitat yang Nyaman
Nur mengatakan, habitat menjadi faktor penting dalam pemeliharaan otter. Ia menyarankan kandang harus memiliki area kering dan basah karena otter merupakan hewan semiakuatik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan habitat otter antara lain:
- Kolam air bersih untuk berenang
- Area kering untuk beristirahat
- Ruang gerak yang cukup luas
- Kebersihan kandang yang terjaga
“Air harus rutin diganti karena otter sangat sensitif terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kandang yang kotor dapat menyebabkan infeksi kulit dan gangguan kesehatan pada otter.
Pola Makan Harus Terjaga
Dalam hal pemberian pakan, otter membutuhkan makanan bernutrisi tinggi. Nur biasanya memberikan ikan segar, udang, serta tambahan nutrisi khusus.
“Pakan utama biasanya ikan, bisa juga udang atau makanan khusus. Yang penting kandungan proteinnya tinggi,” jelasnya.
Ia mengingatkan pemilik tidak sembarangan memberikan makanan olahan manusia karena dapat mengganggu sistem pencernaan otter.
Selain itu, jadwal makan harus teratur agar kesehatan dan pertumbuhan hewan tetap optimal.
Perawatan dan Kebersihan Rutin
Nur menuturkan perawatan otter tidak hanya soal makanan dan kandang, tetapi juga kebersihan tubuh serta kesehatan secara berkala.
Ia menyarankan pemilik melakukan:
- Pemeriksaan kesehatan rutin
- Membersihkan kandang setiap hari
- Memantau perubahan perilaku
- Menjaga kualitas air kolam
“Kalau otter tiba-tiba tidak aktif atau nafsu makan menurun, harus segera dicek,” katanya.
Menurutnya, deteksi dini terhadap gangguan kesehatan sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Tantangan Memelihara Otter
Meski terlihat menyenangkan, Nur mengaku memelihara otter memiliki tantangan tersendiri, terutama dari segi biaya dan waktu.
Biaya pakan, perawatan kesehatan, hingga perawatan habitat tergolong tidak sedikit. Selain itu, pemilik juga harus siap dengan komitmen jangka panjang.
“Kalau hanya ikut tren, biasanya tidak bertahan lama. Otter butuh perhatian terus,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa calon pemilik harus mempertimbangkan kesiapan sebelum memutuskan memelihara hewan eksotis tersebut.
Edukasi dan Tanggung Jawab Pemilik
Nur berharap masyarakat yang ingin memelihara otter lebih dulu mencari informasi yang cukup mengenai perawatan dan tanggung jawab sebagai pemilik.
Menurutnya, edukasi penting agar kesejahteraan hewan tetap terjaga dan tidak terjadi penelantaran.
“Yang paling penting itu tanggung jawab. Jangan hanya karena lucu lalu dipelihara, tapi tidak dirawat dengan baik,” kata Nur.
Perlu Perhatian Serius
Memelihara otter memang dapat memberikan pengalaman unik bagi pemiliknya. Namun, hewan ini memerlukan perawatan intensif, lingkungan yang sesuai, serta perhatian penuh setiap hari.
Dengan pemahaman yang baik, habitat yang layak, dan komitmen tinggi, pemeliharaan otter dapat dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Sebaliknya, tanpa kesiapan yang matang, pemeliharaan hewan eksotis justru berpotensi menimbulkan masalah bagi hewan maupun pemiliknya. (*)



Komentar