Inspirasi
Beranda » Berita » Tips Beternak Entog agar Cepat Untung, Pengalaman Petani Berpengalaman

Tips Beternak Entog agar Cepat Untung, Pengalaman Petani Berpengalaman

BREBES, BentangNews — Beternak entog atau mentok menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di sektor peternakan unggas. Selain perawatannya relatif mudah, permintaan pasar terhadap daging entog juga terus meningkat, terutama menjelang hari besar keagamaan dan musim hajatan.

Seorang peternak entog berpengalaman, Iwan Rosidin, warga Brebes, membagikan tips sukses beternak entog berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun menekuni usaha tersebut.

Menurut Iwan, kunci utama keberhasilan beternak entog terletak pada pemilihan bibit, manajemen pakan, kebersihan kandang, hingga strategi pemasaran.

Potensi Beternak Entog yang Menjanjikan

Iwan menjelaskan, entog memiliki sejumlah keunggulan dibanding unggas lainnya. Selain tahan terhadap penyakit, entog juga mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.

Baru Tahu; Kepik, Serangga Kecil yang Ternyata Banyak Manfaatnya untuk Petani

“Perawatan entog relatif mudah. Daya tahan tubuhnya kuat dan biaya pakan bisa ditekan karena entog bisa memanfaatkan pakan alami,” ujar Iwan saat ditemui di kandangnya, Jumat (21/2/2026).

Ia menambahkan, harga jual entog cenderung stabil dan memiliki pasar tersendiri, mulai dari pedagang kuliner hingga kebutuhan rumah tangga.

“Permintaan selalu ada. Apalagi menjelang Lebaran atau acara hajatan, biasanya harga naik,” katanya.

1. Memilih Bibit Entog Berkualitas

Langkah pertama dalam beternak entog adalah memilih bibit unggul. Iwan menekankan pentingnya memilih anakan entog yang sehat agar pertumbuhan optimal.

Semangat Pantang Menyerah, Satgas TMMD 127 Brebes Rebus Air Pakai Ketel Seadanya di Lokasi Pembuatan Jalan

Beberapa ciri bibit entog berkualitas antara lain:

  • Gerakannya lincah dan aktif
  • Mata cerah dan tidak berair
  • Bulu bersih dan tidak kusam
  • Nafsu makan baik
  • Tidak cacat fisik

“Bibit menentukan hasil. Kalau dari awal sudah bagus, risiko kematian kecil dan pertumbuhan lebih cepat,” jelasnya.

Ia menyarankan peternak pemula membeli bibit dari peternak terpercaya untuk memastikan kualitas.

2. Menyiapkan Kandang yang Nyaman dan Bersih

Faktor kandang sangat memengaruhi kesehatan dan produktivitas entog. Iwan menyarankan kandang dibuat di lokasi yang kering, memiliki sirkulasi udara baik, serta mudah dibersihkan.

Inilah Sosok Emak-emak Penjaga Posko TMMD Reguler Ke-127 di Kodim Brebes

Menurutnya, kandang ideal memiliki beberapa kriteria, seperti:

  • Ventilasi udara cukup
  • Tidak lembap
  • Terlindung dari hujan dan panas berlebih
  • Kepadatan kandang tidak berlebihan

“Kandang harus rutin dibersihkan agar entog tidak mudah terserang penyakit,” ujarnya.

Ia juga menyarankan pemberian alas kandang seperti sekam padi untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan.

3. Pemberian Pakan yang Tepat dan Hemat Biaya

Pakan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan entog. Namun, Iwan menilai biaya pakan dapat ditekan dengan memanfaatkan bahan alami.

Biasanya ia memberikan pakan berupa:

  • Dedak atau bekatul
  • Jagung giling
  • Sisa sayuran
  • Keong sawah
  • Limbah dapur yang masih layak

“Entog termasuk unggas yang tidak pilih-pilih makanan. Kalau dikombinasikan dengan pakan alami, biaya bisa lebih hemat,” katanya.

Ia menambahkan, pemberian pakan harus dilakukan secara teratur, minimal dua kali sehari agar pertumbuhan maksimal.

4. Menjaga Kesehatan dan Mencegah Penyakit

Meskipun dikenal tahan penyakit, entog tetap membutuhkan perawatan kesehatan yang baik. Iwan menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang dan pakan.

Beberapa langkah pencegahan penyakit antara lain:

  • Membersihkan kandang setiap hari
  • Mengganti air minum secara rutin
  • Memisahkan entog yang sakit
  • Memberikan vitamin tambahan bila diperlukan

“Pencegahan lebih penting daripada pengobatan. Kalau kandang bersih, entog jarang sakit,” ujarnya.

Ia juga menyarankan peternak memantau kondisi ternak setiap hari untuk mendeteksi gejala penyakit sejak dini.

5. Sistem Pengembangbiakan yang Efektif

Untuk meningkatkan keuntungan, peternak perlu memahami sistem pengembangbiakan entog. Iwan menjelaskan, entog memiliki kemampuan berkembang biak yang cukup baik jika dikelola dengan benar.

Biasanya satu induk entog mampu menghasilkan 15–20 telur dalam satu periode bertelur. Telur dapat ditetaskan secara alami oleh induk atau menggunakan mesin penetas.

“Kalau perawatan induk bagus, tingkat keberhasilan penetasan bisa tinggi,” katanya.

Ia juga menyarankan memilih indukan sehat dan produktif agar kualitas anakan tetap terjaga.

6. Memanfaatkan Lahan Pekarangan

Menurut Iwan, beternak entog tidak membutuhkan lahan luas. Usaha ini dapat dilakukan di pekarangan rumah dengan manajemen yang baik.

Ia menjelaskan, sistem pemeliharaan semi-umbaran dapat menjadi pilihan agar entog lebih aktif dan pertumbuhannya optimal.

“Kalau ada halaman, entog bisa dilepas pada siang hari untuk mencari pakan tambahan,” ujarnya.

Selain menghemat pakan, sistem ini juga membuat entog lebih sehat dan tidak mudah stres.

7. Strategi Pemasaran agar Cepat Untung

Tidak hanya produksi, pemasaran juga menjadi faktor penting dalam usaha ternak entog. Iwan menyarankan peternak menjalin hubungan dengan pedagang pasar, rumah makan, dan pengepul.

Selain itu, pemasaran melalui media sosial juga dinilai efektif menjangkau pembeli.

“Sekarang bisa jual lewat online. Banyak pembeli langsung pesan ke peternak,” katanya.

Ia menambahkan, menjaga kualitas ternak akan membuat pelanggan datang kembali.

Tantangan Beternak Entog

Meski menjanjikan, usaha ternak entog tetap memiliki tantangan, seperti perubahan cuaca ekstrem, fluktuasi harga pakan, dan serangan penyakit.

Namun, menurut Iwan, tantangan tersebut dapat diatasi dengan manajemen yang baik dan pengalaman.

“Yang penting telaten dan konsisten. Kalau dijalankan serius, hasilnya menjanjikan,” ujarnya.

Peluang Usaha Jangka Panjang

Iwan mengungkapkan, usaha ternak entog memiliki prospek cerah karena kebutuhan protein hewani masyarakat terus meningkat. Selain dijual sebagai pedaging, entog juga dapat dijual sebagai indukan.

“Pasarnya luas, dari pedagang kuliner sampai peternak lain. Selama permintaan ada, peluang tetap terbuka,” katanya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat tertarik mengembangkan usaha peternakan sebagai sumber penghasilan tambahan.

Beternak entog menjadi pilihan usaha yang menjanjikan dengan modal relatif terjangkau dan perawatan yang tidak terlalu rumit. Dengan pemilihan bibit berkualitas, manajemen pakan yang tepat, kebersihan kandang, serta strategi pemasaran yang baik, usaha ini dapat memberikan keuntungan yang stabil.

Pengalaman panjang Iwan menunjukkan bahwa keberhasilan beternak entog membutuhkan ketelatenan dan konsistensi. Dengan pengelolaan yang baik, usaha ternak entog dapat menjadi peluang bisnis berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update





Travel






Lifestyle

01

Tips Memilih Sepatu Marathon yang Sesuai untuk Menunjang Kenyamanan dan Performa

02

Makanan Bergizi dari Kacang-Kacangan: Pilihan Camilan Sehat untuk Tubuh

03

10 Kesalahan Umum dalam Fitness yang Harus Dihindari untuk Hasil Maksimal

04

Jaga Kebugaran dan Kesiapan Fisik, Polres Brebes Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II

05

Dinkes Brebes Sosialisasikan ACF Kusta Kepada Masayarakat Cikuya

Latest Post






Infrastruktur





× Advertisement
× Advertisement