BREBES, BentangNews – Menjaga kesehatan selama bulan Ramadan menjadi perhatian penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Setelah menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang tepat saat berbuka puasa agar tetap bugar dan berenergi.
Sejumlah ahli gizi menyarankan agar masyarakat tidak hanya fokus pada rasa kenyang saat berbuka, tetapi juga memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi. Menu buka puasa yang sehat dinilai dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, menstabilkan kadar gula darah, serta mencegah gangguan pencernaan.
Berikut rekomendasi menu buka puasa sehat yang bisa menjadi pilihan agar tubuh tetap bugar selama Ramadan.
Awali dengan Air Putih dan Kurma
Berbuka puasa dianjurkan dimulai dengan air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Selain itu, kurma menjadi pilihan yang baik karena mengandung gula alami yang mudah dicerna tubuh.
Kurma mengandung glukosa, fruktosa, serta serat yang membantu mengembalikan energi secara cepat. Kandungan mineral seperti kalium dan magnesium dalam kurma juga bermanfaat menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
Ahli gizi menyebut konsumsi tiga butir kurma sudah cukup untuk membantu tubuh beradaptasi kembali sebelum mengonsumsi makanan utama.
Sup Hangat untuk Memulihkan Energi
Menu berkuah seperti sup ayam atau sup sayur menjadi pilihan tepat untuk berbuka puasa. Selain mudah dicerna, makanan berkuah membantu tubuh terhidrasi dengan baik.
Sup yang mengandung sayuran seperti wortel, kentang, dan brokoli juga kaya vitamin serta serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Kandungan protein dari ayam atau tahu dalam sup juga membantu memperbaiki jaringan tubuh.
Mengonsumsi makanan hangat setelah berpuasa dinilai dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Sayur dan Buah Kaya Serat
Konsumsi sayur dan buah sangat dianjurkan saat berbuka puasa. Kandungan serat dalam sayuran dan buah membantu memperlancar pencernaan serta menjaga rasa kenyang lebih lama.
Beberapa pilihan buah yang baik untuk berbuka antara lain:
- Pepaya
- Semangka
- Pisang
- Apel
- Melon
Buah-buahan tersebut memiliki kandungan air tinggi sehingga membantu mengembalikan cairan tubuh. Sementara sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung vitamin dan antioksidan yang mendukung sistem imun.
Karbohidrat Kompleks sebagai Sumber Energi
Setelah makanan pembuka, tubuh memerlukan sumber energi utama dari karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga memberikan energi yang stabil.
Beberapa pilihan karbohidrat sehat antara lain:
- Nasi merah
- Kentang rebus
- Ubi
- Oatmeal
- Roti gandum
Karbohidrat kompleks membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah rasa lemas setelah berbuka.
Protein Rendah Lemak
Protein menjadi nutrisi penting untuk menjaga massa otot dan memperbaiki sel tubuh. Saat berbuka puasa, disarankan memilih sumber protein rendah lemak agar tidak membebani pencernaan.
Pilihan protein sehat meliputi:
- Ikan panggang
- Ayam tanpa kulit
- Tahu dan tempe
- Telur rebus
Selain mudah dicerna, protein juga membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan.
Hindari Gorengan Berlebihan
Meski gorengan menjadi menu favorit saat berbuka puasa, konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Makanan tinggi lemak dapat memicu gangguan pencernaan, meningkatkan kolesterol, serta menyebabkan tubuh terasa lemas.
Ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi gorengan dibatasi dan diganti dengan makanan yang dipanggang, direbus, atau dikukus.
Batasi Minuman Manis Berlebih
Minuman manis seperti sirup dan es campur memang menggoda saat berbuka puasa. Namun, konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat.
Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan memilih jus buah tanpa gula tambahan, infused water, atau teh hangat rendah gula.
Pentingnya Pola Makan Seimbang
Pakar gizi menekankan pentingnya pola makan seimbang saat berbuka puasa, yakni mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam jumlah cukup.
Pola makan yang tepat tidak hanya membantu menjaga kesehatan selama Ramadan, tetapi juga mencegah kenaikan berat badan yang sering terjadi akibat konsumsi makanan berlebihan saat berbuka.
Selain memperhatikan menu berbuka, masyarakat juga dianjurkan tetap memenuhi kebutuhan cairan harian, mengatur porsi makan, serta menghindari makan terlalu cepat.
Menjaga Kebugaran Selama Ramadan
Dengan memilih menu buka puasa yang sehat dan bergizi, tubuh dapat tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa. Kombinasi makanan seimbang, cukup cairan, serta gaya hidup sehat menjadi kunci menjaga kesehatan sepanjang bulan Ramadan.
Gaya hidup sehat selama Ramadan juga sejalan dengan anjuran berbagai media kesehatan dan pemberitaan nasional seperti detik.com dan Kompas.com yang kerap menyoroti pentingnya pola makan seimbang dan nutrisi yang tepat selama puasa.
Dengan perencanaan menu yang baik, momen berbuka puasa tidak hanya menjadi waktu melepas lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh secara menyeluruh. (/Ridlo)



Komentar