BentangNews – Makan sahur merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, baik puasa Ramadan maupun puasa sunnah. Selain memberikan kekuatan fisik selama berpuasa, sahur juga memiliki nilai ibadah dan keberkahan yang besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.
Berikut penjelasan mengenai kesunahan dan keutamaan makan sahur beserta dalil hadis sebagai rujukan.
Makan sahur hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Artinya, seseorang tetap sah puasanya meski tidak sahur, tetapi ia kehilangan keutamaan dan keberkahan yang besar.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk makan sahur sebagaimana hadis berikut:
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa sahur bukan sekadar makan sebelum puasa, tetapi juga merupakan ibadah yang mengandung nilai spiritual.
Keutamaan Makan Sahur
1. Mengandung Keberkahan
Keutamaan utama sahur adalah adanya keberkahan di dalamnya. Keberkahan ini meliputi kekuatan fisik, tambahan pahala, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah selama berpuasa.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa keberkahan sahur dapat berupa energi untuk beribadah, menjaga kesehatan, serta menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa umat sebelumnya.
2. Pembeda Puasa Umat Islam dengan Ahli Kitab
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa makan sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan umat lainnya.
Beliau bersabda:
“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.”
(HR. Sahih Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa sahur merupakan syiar atau ciri khas dalam ibadah puasa umat Islam.
3. Mendapat Doa dari Malaikat
Orang yang makan sahur juga mendapatkan keutamaan berupa doa dari para malaikat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.”
(HR. Ahmad)
Doa malaikat merupakan keutamaan besar karena menjadi tanda rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
4. Memberikan Kekuatan Saat Berpuasa
Secara fisik, sahur membantu tubuh tetap bertenaga selama menjalankan puasa. Dengan sahur, tubuh memiliki cadangan energi sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih optimal.
Rasulullah SAW juga menganjurkan sahur meskipun hanya dengan makanan sederhana.
Beliau bersabda:
“Bersahurlah walaupun hanya dengan seteguk air.”
(HR. Ahmad)
Ini menunjukkan bahwa nilai sahur bukan pada banyaknya makanan, tetapi pada pelaksanaan sunnahnya.
5. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Waktu sahur bertepatan dengan sepertiga malam terakhir yang merupakan waktu mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Karena itu, sahur menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak ibadah seperti istighfar dan doa.
Anjuran Mengakhirkan Waktu Sahur
Selain menganjurkan sahur, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk mengakhirkan waktu sahur mendekati waktu Subuh selama tidak melewati batas waktu imsak.
Dalam hadis disebutkan:
“Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”
(HR. Ahmad)
Mengakhirkan sahur membantu tubuh lebih kuat menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
Makan sahur merupakan sunnah Rasulullah SAW yang memiliki banyak keutamaan, mulai dari keberkahan, pembeda puasa umat Islam, mendapatkan doa malaikat, hingga memberikan kekuatan fisik selama berpuasa. Meski tidak wajib, meninggalkan sahur berarti kehilangan pahala dan keutamaan besar.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan sahur, meskipun hanya dengan makanan sederhana atau seteguk air, serta memanfaatkannya sebagai momen ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)



Komentar