BREBES, BentangNews — Bisnis kuliner berbasis mie masih menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Indonesia pada 2026. Salah satu usaha yang berhasil berkembang dan menarik perhatian adalah Mie Yamin Setiabudi, yang kini membuka peluang kerja sama franchise bagi masyarakat yang tertarik terjun ke dunia bisnis kuliner.
Usaha mie ini pertama kali beroperasi pada Juli 2021 di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Sejak awal berdiri hingga saat ini, perjalanan bisnis Mie Yamin Setiabudi mengalami berbagai tantangan sebelum akhirnya berkembang dan dikenal luas.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh pemilik Mie Yamin Setiabudi, H. Ridlo, saat ditemui di Kedai Mie Yamin Setiabudi Cabang Paguyangan, Kamis (12/2/2026).
Awal Berdiri Pascapandemi
H. Ridlo menjelaskan bahwa Mie Yamin Setiabudi pertama kali didirikan setelah pandemi COVID-19 mulai mereda. Saat itu, kondisi ekonomi masyarakat mulai berangsur pulih sehingga peluang usaha kuliner kembali terbuka.
“Mie Yamin Setiabudi awal buka pasca pandemi COVID-19 di jalan depan kantor Kecamatan Setiabudi, namun hanya sebentar. Lalu pindah ke Gang Mes Tanah Abang,” ujar H. Ridlo.

Menurutnya, keputusan membuka usaha di masa pemulihan ekonomi menjadi tantangan tersendiri. Selain harus bersaing dengan pelaku usaha lain, kondisi pasar saat itu juga belum sepenuhnya stabil.
Namun, berkat konsistensi menjaga kualitas rasa dan pelayanan, usaha tersebut tetap berjalan meski harus berpindah lokasi.
Perjalanan Bisnis Penuh Tantangan
Dalam perjalanannya, Mie Yamin Setiabudi sempat melakukan ekspansi ke wilayah lain untuk memperluas pasar. Salah satunya dengan membuka usaha di Kota Bumiayu.
Namun, ekspansi tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
“Lalu pindah ke Kota Bumiayu namun setahun berjalan tidak berjalan dengan baik,” kata H. Ridlo.
Ia mengakui bahwa pemilihan lokasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan bisnis kuliner. Meski produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik, kondisi pasar dan karakter konsumen di suatu wilayah sangat memengaruhi perkembangan usaha.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pihaknya dalam mengembangkan strategi bisnis ke depan.
Menemukan Titik Terang di Paguyangan
Setelah melalui berbagai percobaan lokasi usaha, Mie Yamin Setiabudi akhirnya menemukan perkembangan signifikan setelah membuka kedai di Jalan Raya Paguyangan.

Menurut H. Ridlo, sejak beroperasi di lokasi tersebut, usaha mie miliknya mulai dikenal luas oleh masyarakat dan mengalami peningkatan jumlah pelanggan.
“Setelah buka di Jalan Raya Paguyangan menemui titik terang dan dikenal banyak orang,” ujarnya.
Keberhasilan di Paguyangan tidak lepas dari strategi pemasaran yang lebih terarah, pelayanan yang konsisten, serta kualitas produk yang terus dijaga. Menu mie dengan cita rasa khas menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.
Selain itu, lokasi yang strategis serta tingginya mobilitas masyarakat di kawasan tersebut turut mendukung perkembangan usaha.
Peluang Franchise Dibuka
Melihat perkembangan usaha yang semakin stabil dan permintaan pasar yang terus meningkat, Mie Yamin Setiabudi kini membuka peluang kerja sama franchise bagi masyarakat yang ingin menjalankan bisnis kuliner.
H. Ridlo menyebutkan bahwa peluang franchise ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi mitra usaha.
“Barangkali ada yang mau franchise bisa langsung hubungi tim marketing,” kata H. Ridlo.
Menurutnya, sistem kemitraan ini diharapkan dapat memperluas jaringan usaha sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki bisnis dengan konsep yang telah terbukti berjalan.
Prospek Bisnis Kuliner Mie di 2026
Pengamat ekonomi kreatif menilai bisnis kuliner berbasis mie masih memiliki prospek cerah pada 2026. Hal ini karena mie merupakan makanan yang digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Selain itu, harga yang relatif terjangkau dan variasi menu yang beragam membuat usaha mie memiliki pasar yang luas.
Tren makanan praktis dan cepat saji juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan bisnis kuliner, terutama di wilayah perkotaan maupun daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep franchise juga semakin diminati karena dianggap lebih minim risiko dibanding memulai usaha dari nol.
Tips Memulai Bisnis Franchise Kuliner
Bagi masyarakat yang tertarik mengikuti peluang franchise kuliner seperti Mie Yamin Setiabudi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Memilih brand yang telah terbukti stabil
Pastikan usaha yang akan dijalankan memiliki rekam jejak bisnis yang jelas dan sistem operasional yang baik. - Memahami sistem kerja sama
Pelajari skema investasi, pembagian keuntungan, serta dukungan dari pihak pemilik usaha. - Menentukan lokasi strategis
Lokasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan bisnis kuliner. - Menjaga kualitas pelayanan dan produk
Konsistensi rasa dan pelayanan menjadi kunci mempertahankan pelanggan. - Menghitung modal dan potensi keuntungan
Analisis kelayakan usaha perlu dilakukan sebelum memutuskan bergabung dalam franchise.
Inspirasi Wirausaha di Tengah Persaingan
Perjalanan Mie Yamin Setiabudi menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis tidak selalu datang secara instan. Proses berpindah lokasi, menghadapi kegagalan, hingga menemukan strategi yang tepat menjadi bagian dari perjalanan usaha.
Kisah tersebut menjadi inspirasi bagi pelaku usaha baru untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi pasar.
Dengan peluang franchise yang kini dibuka, Mie Yamin Setiabudi diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus menjadi salah satu pemain bisnis kuliner mie yang berkembang di Indonesia pada 2026.



Komentar