BREBES, BentangNews – Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum emas bagi pelaku usaha di Indonesia. Permintaan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari makanan berbuka puasa hingga busana muslim, mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Pada Ramadhan 2026, sejumlah sektor bisnis diprediksi kembali menjadi ladang cuan karena tingginya daya beli masyarakat serta perubahan pola konsumsi selama bulan puasa.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, konsumsi rumah tangga biasanya meningkat menjelang dan selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha, baik skala kecil maupun menengah, untuk meraih keuntungan lebih tinggi dibanding bulan biasa.
Berikut sejumlah bisnis paling menguntungkan di bulan Ramadhan 2026 beserta wawancara dengan pelaku usaha yang merasakan langsung peningkatan penjualan.
Bisnis Takjil dan Makanan Berbuka Jadi Primadona
Salah satu bisnis yang paling menjanjikan saat Ramadhan adalah penjualan takjil dan makanan berbuka puasa. Menu seperti kolak, es buah, gorengan, hingga aneka minuman segar selalu menjadi incaran masyarakat.
Pelaku usaha takjil di Yogyakarta, Siti Rahmawati, mengaku omzetnya meningkat drastis selama Ramadhan.
“Biasanya saya jualan es buah dan kolak hanya dapat omzet sekitar Rp500 ribu per hari. Tapi saat Ramadhan bisa mencapai Rp2 juta per hari, terutama menjelang waktu berbuka,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (14/2/2026).
Menurut Siti, kunci keberhasilan bisnis takjil adalah lokasi strategis dan variasi menu yang menarik. Ia juga memanfaatkan media sosial untuk promosi dan sistem pre-order guna meningkatkan penjualan.
“Sekarang banyak pelanggan pesan lewat WhatsApp dan Instagram, jadi penjualan lebih stabil,” tambahnya.
Pengamat ekonomi menilai tren pembelian makanan siap saji meningkat karena masyarakat cenderung memilih praktis setelah seharian berpuasa.
Bisnis Katering Sahur dan Paket Buka Puasa
Selain takjil, bisnis katering sahur dan paket berbuka puasa juga menjadi peluang besar, terutama di kawasan perkotaan dan lingkungan perkantoran.
Pemilik usaha katering di Sleman, Ahmad Fauzan, mengatakan pesanan paket berbuka meningkat hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.
“Banyak keluarga dan kantor memesan paket berbuka praktis. Tahun ini kami menyediakan paket hemat mulai Rp25 ribu dan paket premium untuk acara buka bersama,” kata Fauzan.
Ia menjelaskan bahwa persiapan stok bahan baku menjadi tantangan utama karena permintaan tinggi.
“Kami harus memperkirakan kebutuhan harian dengan tepat agar tidak kekurangan bahan, terutama menjelang akhir Ramadhan,” jelasnya.
Bisnis Busana Muslim dan Perlengkapan Ibadah
Ramadhan juga identik dengan peningkatan penjualan busana muslim, mukena, sarung, dan perlengkapan ibadah lainnya. Tren ini biasanya semakin meningkat menjelang Idul Fitri.
Pemilik toko busana muslim di Bantul, Rina Kartika, mengungkapkan penjualan busana muslim mulai meningkat sejak dua pekan sebelum Ramadhan.
“Model gamis simpel dan setelan keluarga paling banyak dicari. Tahun ini tren warna pastel dan minimalis,” katanya.
Rina menambahkan strategi penjualan online sangat membantu peningkatan omzet.
“Sekarang 60 persen penjualan berasal dari marketplace dan live shopping,” ujarnya.
Bisnis Parcel dan Hampers Lebaran
Bisnis parcel dan hampers menjadi peluang menjanjikan karena tradisi berbagi hadiah saat Ramadhan dan Idul Fitri masih kuat di masyarakat.
Pelaku usaha hampers di Yogyakarta, Dedi Prasetyo, mengatakan permintaan meningkat sejak awal Ramadhan.
“Pesanan hampers makanan, kue kering, dan produk premium meningkat hampir 200 persen dibanding bulan biasa,” jelas Dedi.
Menurutnya, personalisasi produk menjadi daya tarik utama.
“Pelanggan sekarang suka hampers dengan desain eksklusif dan bisa custom,” katanya.
Bisnis Kurma dan Produk Khas Ramadhan
Kurma menjadi salah satu produk yang selalu mengalami lonjakan penjualan selama bulan puasa. Selain itu, produk seperti madu, sirup, dan camilan khas Ramadhan juga memiliki permintaan tinggi.
Pedagang kurma di Pasar Tradisional Yogyakarta, Hendra Wijaya, mengaku penjualan meningkat hingga empat kali lipat.
“Jenis kurma sukari dan ajwa paling banyak dicari. Biasanya pembeli membeli dalam jumlah besar untuk stok selama Ramadhan,” ujarnya.
Bisnis Frozen Food dan Makanan Siap Masak
Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin praktis turut mendorong bisnis frozen food berkembang pesat selama Ramadhan.
Produk seperti nugget, dimsum, dan lauk siap masak menjadi pilihan banyak keluarga untuk mempersiapkan sahur.
Pelaku usaha frozen food, Nur Aisyah, mengatakan bisnisnya mengalami lonjakan permintaan signifikan.
“Frozen food membantu ibu rumah tangga menyiapkan sahur lebih cepat. Penjualan biasanya meningkat sejak minggu pertama Ramadhan,” jelasnya.
Tips Memulai Bisnis Ramadhan Agar Sukses
Pelaku usaha membagikan sejumlah tips agar bisnis selama Ramadhan bisa menghasilkan keuntungan maksimal, antara lain:
- Menentukan produk dengan permintaan tinggi
- Menjaga kualitas dan kebersihan produk
- Memanfaatkan media sosial dan layanan pesan antar
- Menawarkan paket hemat dan promo menarik
- Memilih lokasi strategis untuk penjualan offline
Momentum Ekonomi yang Selalu Dinantikan
Ramadhan menjadi momentum penting bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lonjakan konsumsi masyarakat membuka peluang besar bagi siapa saja yang ingin memulai usaha musiman dengan modal relatif kecil.
Dengan strategi pemasaran yang tepat, kualitas produk yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital, berbagai bisnis Ramadhan diprediksi kembali menjadi sektor paling cuan pada 2026.
Bagi pelaku usaha, Ramadhan bukan hanya momen ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat ekonomi keluarga dan mengembangkan usaha jangka panjang. (/Agus Supramono)



Komentar