Siapakah Orang yang Paling Kaya di Dunia Saat Ini?

banner 468x60

Jakarta – Siapakah orang yang saat ini dianggap sebagai orang terkaya di dunia? Banyak dari kita mungkin akan langsung menjawab, “Bill Gates, pemilik Microsoft!” Atau ada yang menyebutkan, “Seorang pemain bola ternama!” atau “Seorang artis terkenal!”

Jawaban-jawaban tersebut mungkin dianggap wajar, karena kebanyakan orang saat ini mengukur kekayaan berdasarkan kekayaan materi. Namun, jika kita menggunakan ukuran syariat, bukanlah hal yang mustahil bahwa kita juga memiliki kesempatan menjadi orang “terkaya”!

Dalam pandangan syariat, berikut adalah orang yang paling kaya:

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

“Ketidakn aknya kekayaan tidak diukur oleh banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sejati adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)

Kekayaan hati, atau sering disebut dengan “qana’ah”, berarti menerima dan merelakan apapun yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Orang yang memiliki kekayaan hati tidak mengeluh, baik saat mendapat banyak rezeki maupun sedikit. Dia selalu bersyukur dalam keadaan apapun dan tidak mengumpat.

Jika kita bisa mengamalkan hal-hal di atas, itulah saat kita memiliki kesempatan besar menjadi orang terkaya di dunia. Dan itulah keberuntungan yang menunggu kita, seperti yang dijanjikan oleh Sang Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Beruntunglah orang yang memeluk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan merasa puas dengan apa yang Allah karuniakan padanya.” (HR. Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr)

Berdasarkan ukuran di atas, seseorang yang memiliki penghasilan Rp20.000,- sehari dapat dikategorikan sebagai orang kaya, sementara seseorang yang memiliki penghasilan Rp20.000.000,- sehari dapat dikategorikan sebagai orang miskin. Hal ini karena orang pertama merasa cukup meskipun hanya mendapatkan sedikit uang. Sedangkan orang kedua terus merasa kurang walaupun mendapatkan uang dalam jumlah yang sangat besar.

Anda mungkin bertanya, bagaimana seseorang dengan penghasilan Rp20.000,- dapat dianggap cukup, padahal dia harus memenuhi kebutuhan istri dan anaknya?

Tentu saja bisa, karena berkat keberkahan yang Allah limpahkan dalam rezekinya, hatinya menjadi tenang, hidupnya damai. Selain itu, ukuran kecukupan bukan didasarkan pada jumlah yang banyak, seperti yang ditegaskan oleh nabi kita shalallahu alaihi wasallam.

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan merasa aman di rumahnya, sehat tubuhnya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dia telah memiliki seluruh dunia.” (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani)

Demikianlah esensi dari orang yang paling kaya, dan semoga kita juga termasuk dalam golongan orang-orang yang paling kaya di dunia ini, yaitu mereka yang selalu bersyukur dan memiliki sikap qana’ah. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *