Pegiat Medsos Eko Kunthadi Mengkritik Program Makan Siang Gratis, Uangnya dari Mana?

banner 468x60

Brebes, Bentangnews.com – Juru bicara TPN, Eko Kunthadi, telah mengungkapkan keprihatinannya mengenai pelaksanaan “Program Makan Siang Gratis”, yang telah dianggap sebagai elemen kunci dari kampanye calon presiden nomor dua. Kunthadi berargumen bahwa program ini, yang diperkirakan akan menghabiskan hingga 450 triliun rupiah per tahun, dapat mengakibatkan pemindahan dana yang seharusnya digunakan untuk program kesejahteraan sosial penting lainnya, seperti pengentasan kemiskinan dan subsidi beras.

Dalam roadshow-nya di sepuluh kota di Jawa Tengah akhir-akhir ini, Eko Kunthadi menyatakan kekhawatirannya tentang implikasi keuangan dari Program Makan Siang Gratis yang diusulkan. Kunthadi meyakini bahwa jika program ini diterapkan, sangat mungkin bahwa masyarakat akan kehilangan bantuan sosial lainnya karena dana yang besaranya dialokasikan semata-mata untuk memberikan makan siang gratis.

“Dana yang diperlukan untuk menjalankan Program Makan Siang Gratis ini dapat mencapai 450 triliun rupiah per tahun,” catat Eko Kunthadi.

“Jumlah yang besar ini berpotensi mempengaruhi program kesejahteraan lainnya, termasuk bantuan bagi penduduk miskin, inisiatif pengentasan kemiskinan, dan program bantuan sosial lainnya.” Lanjutnya

Selain itu, saat kunjungannya ke Brebes, pada tanggal 27 Januari, Eko Kunthadi menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam menangani masalah gizi buruk dan stunting. Menurutnya, upaya mengatasi masalah tersebut tidak hanya sebatas memberikan makan siang gratis. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan penciptaan lapangan kerja bagi orangtua, serta memastikan kompensasi yang adil bagi petugas Posyandu yang bertanggung jawab dalam memberantas stunting di daerah pedesaan.

Dalam menyambut pemilihan umum yang semakin dekat, juru bicara TPN, Eko Kunthadi, terus berinteraksi dengan masyarakat di seluruh Jawa, berusaha memberdayakan pemilih dengan memberikan wawasan mengenai konsekuensi yang mungkin terjadi akibat kebijakan-kebijakan berbeda dari para calon presiden. Tujuannya adalah mendorong masyarakat untuk membuat keputusan yang terinformasi yang akan membentuk kemajuan bangsa selama lima tahun ke depan. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *