Kecelakaan KA Turangga dan KRL Lokal Bandung: Kronologi dan Dampak Terhadap Layanan

banner 468x60

Bandung, Bentangnews.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengungkapkan kronologi kecelakaan antara KA Turangga dan KRL lokal Bandung. Kecelakaan ini terjadi ketika kedua kereta api melintas di KM 181, di antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka.

Menurut Joni Martinus, VP Public Relations KAI, KA Turangga yang mengalami kecelakaan tersebut, berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng tujuan Bandung. Sementara itu, KRL lokal Bandung Raya berangkat dari Stasiun Padalarang menuju Cicalengka. Kecelakaan di KM 181 ini merupakan tabrakan antara rangkaian KA Turangga yang datang dari arah Cicalengka dengan KA Bandung Raya yang meluncur dari Haurpugur.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Jadi memang ini terjadi tabrakannya antara rangkaian KA Turangga yang jalan dari arah Cicalengka dengan KA Bandung Raya yang meluncur dari Haurpugur. Jadi kedua kereta api itu tabrakannya di lintas di KM 181,” ujarnya Joni.

Akibat kecelakaan ini, jalur Selatan antara Haurpugur dan Cicalengka, yang menghubungkan Stasiun Bandung dengan Stasiun Tasikmalaya dan Stasiun Banjar, belum bisa dilalui. KAI melakukan rekayasa jalur untuk mengatasi situasi ini dengan mengalihkan sejumlah KA ke jalur utara.

“Kami upaya dengan jalur memutar, KA-KA yang lalui jalur Bandung, Tasikmalaya ke Banjar, lewat jalur utara,” pungkasnya.

Menurut Manager Humas Daop 2 Bandung, Ayep Hanafi, saat ini tercatat bahwa KA Turangga yang mengalami kecelakaan tersebut memiliki sekitar 300 penumpang.

Dalam menghadapi kejadian ini, KAI akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpangnya. KAI juga menghimbau kepada seluruh pengguna jasa kereta api untuk selalu tetap waspada dan taat dalam aturan keselamatan yang diberikan oleh pihak perusahaan. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *