Penyelidikan Kecelakaan Pesawat di Tokyo Fokus pada Instruksi Pengendali Lalu Lintas Udara

banner 468x60

Tokyo, Bentangnews.com — Kecelakaan pesawat di Bandara Haneda, Tokyo, pada Selasa malam, telah memicu penyelidikan serius oleh otoritas Jepang. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana dua pesawat bisa berada di posisi yang sama di landasan pacu melalui rekam jejak komunikasi antara pengendali lalu lintas udara dan pilot yang terlibat.

Dewan Keselamatan Transportasi Jepang (JTSB) sudah mengirimkan enam inspektur ke lokasi kecelakaan dan memulai penyelidikan di tempat kejadian pada hari Rabu. Sementara itu, Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo juga meluncurkan penyelidikan tentang kecelakaan tersebut dengan dugaan kelalaian profesional yang mengakibatkan kematian dan luka-luka.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam insiden ini, pesawat penumpang Japan Airlines (JAL) bertabrakan dengan pesawat Japan Coast Guard saat mendarat di Bandara Haneda. Semua 367 penumpang dan 12 awak pesawat berhasil dievakuasi dari pesawat JAL, sementara 14 di antaranya mengalami luka-luka. Di pesawat Japan Coast Guard, lima dari enam kru tewas, dan kapten pesawat dalam kondisi kritis.

Penyebab pasti dari kecelakaan pesawat di Bandara Haneda Tokyo ini masih dalam penyelidikan. Evaluasi mendalam sedang dilakukan terhadap rekam jejak komunikasi antara pengendali lalu lintas udara dan pilot. Rekaman data suara ini sangat penting dan JTSB sangat berharap bisa mendapatkan data ini untuk diverifikasi.

Menurut Issei Hideshima, pengamat penerbangan dan mantan pramugara JAL, penggunaan landasan pacu Bandara Haneda yang kompleks berpotensi menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Dia menekankan bahwa verifikasi perlu dilakukan untuk mengetahui apakah proses berbagi informasi oleh pengendali lalu lintas udara dengan dua pesawat dilakukan dengan memadai.

Dalam situasi ini, kita diingatkan tentang pentingnya komunikasi yang efektif dan koordinasi yang baik dalam lalu lintas udara. Jejak kecelakaan ini tidak hanya berdampak pada kelangsungan hidup penumpang, tetapi juga terhadap efisiensi jaringan transportasi udara yang luas. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *