70% Perempuan Terdiagnosis Kanker Serviks di Stadium Lanjut, 50 % Meninggal Dunia

banner 468x60

Jakarta, Bentangnews.com – Kanker serviks, juga dikenal sebagai kanker serviks uteri, mempengaruhi banyak perempuan di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 50% perempuan yang terdiagnosis dengan kanker serviks meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Jumlah ini menunjukkan urgensi perlunya perkuatan deteksi dini dan tindakan pencegahan yang lebih efektif.

Informasi yang diberikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, menyatakan bahwa skrining sedini mungkin menjadi salah satu cara mengatasi masalah kanker serviks di Indonesia. Skrining kanker serviks adalah upaya penting dalam menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. Menurut Prof. Dante, skrining kanker serviks adalah modalitas utama dalam menanggulangi tingginya angka kematian akibat penyakit ini di Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Salah satu penyebab kematian tertinggi untuk kanker wanita di Indonesia adalah kanker serviks. Skrining kanker serviks sebagai salah satu modalitas utama untuk menanggulangi tingginya angka kematian kanker serviks di Indonesia,” ujar Prof. Dante dikutip dari situs Kemenkes, Sabtu (3/2).

Data menunjukkan bahwa kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling umum terjadi pada perempuan di Indonesia. Namun, yang menjadi perhatian adalah 70% perempuan terdiagnosis kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut. Pada stadium ini, pengobatan menjadi lebih sulit dan kurang efektif. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini agar penanganan bisa dilakukan lebih efektif.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan sejumlah strategi untuk mengatasi masalah kanker serviks di Indonesia. Salah satu strategi yang dilakukan adalah vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) kepada anak perempuan usia sekolah yang menjadi salah satu langkah pencegahan. Selain itu, juga dilakukan skrining deteksi kanker serviks sedini mungkin untuk perempuan Indonesia.

Bahkan, pemerintah telah merancang pilot project vaksinasi HPV gratis di sekolah-sekolah di Jakarta sebagai upaya memperluas akses vaksinasi. Selain itu, pemerintah juga sudah melakukan treatment atau perawatan yang adekuat untuk kanker serviks di Indonesia.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Kanker Serviks untuk Indonesia (2023-2030). Rencana ini memiliki visi untuk membuat kanker serviks menjadi penyakit masa lalu, serta memastikan setiap perempuan pada semua demografi sosial dan ekonomi dapat hidup sehat dan bebas dari ancaman kanker serviks.

“Prioritas pada rencana aksi nasional adalah skrining kanker serviks, dengan target menskrining 75% dari seluruh perempuan berusia 30-69 tahun. Skrining ini menggunakan metode pemeriksaan DNA HPV yang memiliki kualitas yang terjamin,” ungkap Dante.

Prioritas pada rencana aksi nasional ini adalah skrining kanker serviks dengan target menskrining 75% dari seluruh perempuan berusia 30-69 tahun. Skrining ini menggunakan metode pemeriksaan DNA HPV yang memiliki kualitas yang terjamin. Selain itu, rencana ini penting dalam memperkuat perpindahan metode skrining kanker serviks primer ke metode DNA HPV yang lebih efektif.

Dalam upaya mencapai target skrining dan mengeliminasi kanker serviks, penting bagi Indonesia untuk menerapkan metode, alat, dan teknologi skrining yang efisien. Rekomendasi RAN bisa dilihat melalui peninjauan kembali bukti ilmiah internasional dan praktik terbaik.

Kanker serviks adalah isu serius dalam kesehatan perempuan di Indonesia. Selain upaya vaksinasi dan skrining, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks. Edukasi mengenai gejala dan faktor risiko juga perlu ditingkatkan, sehingga perempuan bisa lebih proaktif dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *