Docang: Makanan Khas Cirebon yang Jarang Orang Tahu, Ternyata Lekat dengan Riwayat Wali Sanga di Cirebon

banner 468x60

Cirebon, Bentangnews.com — Cirebon, memiliki julukan “Kota Udang”, adalah kota yang kaya akan ragam kuliner di pesisir utara Provinsi Jawa Barat. Hampir setiap sudut di kota ini memiliki makanan khas dengan identitas,cita rasa yang otentik, lezat dan unik. Salah satu makanan khas yang memiliki rasa dan cerita sejarah yang menarik adalah “Docang”.

Docang adalah makanan khas Cirebon yang memiliki riwayat historis dengan Wali Sanga. Ceritanya bermula saat para wali berkumpul di keraton Cirebon untuk membahas penyebaran agama Islam. Konon, ada seorang pangeran yang mencoba meracuni para wali dengan makanan ini. Namun, alih-alih terkena racun, para wali malah jatuh cinta pada rasa makanan tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Nama “Docang” sendiri berasal dari kata “bodo” yang berarti oncom dan “kacang” yang berarti tauge. Menurut Pak Kumis, salah satu penjual docang di Cirebon, Docang terbuat dari lontong, parutan kelapa, kucai, toge, daun singkong, dan rempah-rempah. Kerupuk juga ditambahkan sebagai pelengkap.

Sebagai kuliner tradisional, docang memiliki ciri khas, yaitu kerupuk yang digunakan. Kerupuk docang, berbeda dengan kerupuk biasa, tidak langsung melempem ketika dimasukkan ke dalam kuah dan masih keras dengan rasa udang yang khas.

Menceritakan lebih lanjut tentang bisnisnya, Pak Kumis mengungkapkan bahwa “Docang Pak Kumis” sudah ada sejak tahun 2000. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 50-75 porsi docang. Dengan harga Rp 9.000 per porsi, Pak Kumis dapat menghasilkan omzet sekitar 700 ribu rupiah perhari.

Jadi, jika Anda sedang berada di Cirebon dan ingin mencicipi cita rasa sejarah dan tradisi setempat, jangan lupa untuk mencoba docang. Anda bisa menemukan Docang Pak Kumis di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Cirebon, Jawa Barat.

Dengan rasa yang lezat dan cerita sejarah yang menarik, docang bukan hanya sekedar makanan, tetapi juga warisan budaya yang melekat erat dengan Cirebon dan perjalanan Wali Sanga di tanah Jawa. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *