Viral Makanan di Penjara, Netizen Justru Fokus ke Hal ini

banner 468x60

Jakarta, Bentangnews.com — Baru-baru ini viral dimedia sosial bagaimana makanan yang ada di sebuah tahanan. Hal ini dimulai saat seorang yang mengunggah foto menu makanan yang diterima napi di penjara melalui akun TikTok @/rizky\_syahputra82. Foto tersebut menampilkan makanan yang kurang menggugah selera, seperti nasi cadong (sebutan makanan di Lapas), telur pecah cangkang, kuah kacang, dan ikan goreng seukuran jempol. Unggahan ini dengan cepat menjadi viral dan menimbulkan reaksi beragam dari warganet.

“Namanya juga lagi di hukum .. jangan banyak ngeluh. Kalo di penjara enak mungkin separuh warga indonesia ada di sana” komen seorang dengan akun optimus prime.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pertanyaan besar yang tersisa adalah bagaimana narapidana bisa mengunggah foto tersebut? Barang elektronik seperti ponsel adalah barang yang dilarang di penjara. Data dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menunjukkan bahwa pada tahun 2019, sejumlah 28.378 handphone disita dari berbagai penjara di Indonesia. Kenyataan ini menjadi bukti bahwa meski ada regulasi yang melarang, masih ada celah untuk terjadinya pelanggaran.

Debat tentang masalah ini mencerminkan dua perspektif yang bertentangan. Ada sekelompok orang yang berempati pada kondisi narapidana dan berpendapat bahwa, meskipun mereka menjalani hukuman, mereka masih berhak mendapatkan makanan yang layak. Sementara itu, ada juga sekelompok orang yang berpendapat bahwa, sebagai narapidana, mereka harus merasakan hukuman sepenuhnya, termasuk mendapatkan makanan yang tidak sesuai harapan.

“Asal ada duid semuanya bisa..๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚” balas @adamdimdim dalam postingan tersebut.

“Yang nanyain napi bisa ngambil gambar atau hp bisa masuk lapas kayak bocah baru kmren aja,” @_yomuyu_

“ada uang ada kuasa” uuupppssss sudah jadi rahasia umum kalau mau enak di penjara?. @rohimat_bandung_timur

Polemik ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa penelitian di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa makanan di penjara sering kali tidak memenuhi standar nutrisi yang sehat. Persoalan kesehatan, hak asasi manusia dan hukuman menjadi titik tengah perdebatan ini.

Viralnya makanan penjara ini menjadi bukti bahwa penjara, yang seharusnya menjadi tempat pembinaan dan pemasyarakatan bagi para narapidana, masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Bagi pemerintah, hal ini perlu menjadi pertimbangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan dalam sistem pemasyarakatan dan penjara kita. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *