Pemerintah Menjamin Ketersediaan Pupuk untuk Petani Melalui Pupuk Indonesia

banner 468x60

Pemalang, Bentangnews.com – Sektor pertanian merupakan kontributor penting bagi perekonomian Indonesia. Berkat kerja keras petani, ketahanan pangan nasional terjaga dan kontribusi sektor ini tetap terpelihara. Untuk memastikan hal tersebut, Pemerintah terus menjaga ketersediaan pupuk subsidi dan nonsubsidi.

Presiden Jokowi menunjukkan keberpihakan tinggi terhadap petani, salah satunya melalui program subsidi pupuk dengan alokasi dana sekitar Rp 25 triliun setiap tahun. Pada 2024, Pemerintah berencana menambah alokasi subsidi pupuk sebesar Rp 14 triliun agar lebih banyak lagi petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Selain itu, Pemerintah mempermudah proses penebusan pupuk bersubsidi dengan hanya menggunakan KTP. Inisiatif ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh semua petani untuk memenuhi kebutuhan pupuk.

Panji Winanteya Ruky, Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero), menyatakan bahwa Pemerintah tidak hanya menyediakan pupuk bersubsidi untuk petani, namun juga menjamin ketersediaan pupuk nonsubsidi.

Pemerintah bersama Pupuk Indonesia menggelar acara Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota/kabupaten pada Januari-Februari 2024, termasuk di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Acara ini bertujuan memastikan ketersediaan pupuk untuk petani dan memudahkan mereka memperoleh pupuk dalam musim tanam.

Dalam Gebyar Diskon Pupuk, Pemerintah menugaskan Pupuk Indonesia memenuhi kebutuhan pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau dan mendorong petani segera melakukan penebusan pupuk.

Pemerintah memastikan stok pupuk bersubsidi dan nonsubsidi tetap tersedia melalui berbagai cara, seperti melakukan kunjungan ke wilayah sentra pertanian. Hingga 31 Desember 2023, stok pupuk mencapai 1.744.302 ton atau 236% dari ketentuan minimum stok Pemerintah, terdiri dari pupuk bersubsidi 1.215.280 ton dan nonsubsidi 529.022 ton.

“Program Gebyar Diskon Pupuk dijalankan oleh Pupuk Indonesia demi memastikan ketersediaan pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau, meningkatkan produktivitas pertanian, serta kesejahteraan petani. Semoga program ini mendorong petani menanam lebih awal sehingga panen April nanti berhasil optimal,” tutup Panji.

Tentang Pupuk Indonesia

PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah produsen pupuk Urea terbesar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara dengan kapasitas produksi mencapai 14,6 juta ton per tahun. Pupuk Indonesia dan 10 anak perusahaannya menyediakan sejumlah produk pupuk Urea, NPK, ZA, Organik, dan SP-36 di Jawa, Sumatera, serta Kalimantan. Selain itu, Pupuk Indonesia Group juga mengelola fasilitas pendukung seperti pelabuhan, kapal angkutan, distribution center, pergudangan, dan unit pengantongan pupuk untuk memperlancar produksi dan distribusi. Sementara itu, kegiatan operasional mereka meliputi industri pupuk, petrokimia dan agrokimia, steam dan listrik, pengangkutan dan distribusi, perdagangan, serta EPC (Engineering, Procurement, and Construction).

Sepuluh anak perusahaan tersebut meliputi PT Petrokimia Gresik (PKG), PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP), PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Pupuk Indonesia Niaga (PIN), PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog), PT Pupuk Indonesia Utilitas (PIU), dan PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP). (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *